Mengidentifikasi
Tim proyek mengidentifikasi berbagai pertimbangan material terkait lingkungan, sosial, lahan, masyarakat, dan pemangku kepentingan.

Pengembangan yang Bertanggung Jawab
Komitmen pengembangan yang bertanggung jawab dari Quantum didukung oleh proses persetujuan yang jelas, manajemen risiko, kontrol integritas, pengawasan manajemen, serta transparansi yang terstruktur. Pertimbangan lingkungan, sosial, kemasyarakatan dan pemangku kepentingan dinilai melalui struktur tata kelola yang sama dengan yang menjadi dasar pengambilan keputusan proyek dan platform.
Akuntabilitas
Persoalan lingkungan, sosial, lahan, kemasyarakatan dan pemangku kepentingan yang material diperlakukan sebagai risiko proyek. Persoalan tersebut didokumentasikan, ditugaskan kepada pimpinan yang bertanggung jawab dan di eskalasikan melalui proses pengambilan keputusan internal yang sesuai.
Dokumentasi formal memastikan setiap perkembangan, tanggung jawab, dan tindak lanjut tetap tercatat dengan jelas meskipun terjadi perubahan dalam tim, kondisi proyek, maupun keputusan yang diambil. Perkembangan proyek ditinjau dengan pemahaman yang jelas mengenai hal-hal yang masih perlu diselesaikan, tindakan yang diperlukan, serta implikasinya terhadap pelaksanaan proyek.
Prinsip Akuntabilitas
Arsitektur Tata Kelola
Pertimbangan terkait pengembangan yang bertanggung jawab mengikuti proses tata kelola yang sama dengan setiap hal penting dalam proyek: diidentifikasi, dinilai, disetujui, dan diawasi sebagai bagian dari keputusan yang dipengaruhinya.
Tim proyek mengidentifikasi berbagai pertimbangan material terkait lingkungan, sosial, lahan, masyarakat, dan pemangku kepentingan.
Risiko yang relevan, kesenjangan informasi, komitmen dan usulan respons didokumentasikan untuk pengambilan keputusan.
Persetujuan proyek dan kepemimpinan yang telah ditetapkan menentukan tindakan, tanggung jawab, dan persyaratan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Hal-hal yang berkaitan dengan material dipantau, ditingkatkan dan ditinjau seiring perubahan status proyek.
Integritas dalam Urusan Lahan dan Komersial
Dalam pengembangan infrastruktur yang kompleks, risiko integritas berpusat pada transaksi lahan dengan perorangan, interaksi dengan pejabat yang berwenang memberikan persetujuan, penunjukan perantara lokal dan pembayaran yang dilakukan di lapangan. Menyebutkan secara terbuka berbagai titik rawan tersebut merupakan langkah pertama untuk mengendalikannya.
Ketentuan yang dikomunikasikan secara terbuka dalam transaksi lahan dapat mengurangi ruang bagi perantara atau kebebasan individu dalam memengaruhi hasil penetapan harga.
Identitas dan bukti kepemilikan diverifikasi terhadap data pendukung yang resmi sebelum pembayaran; transaksi dilaksanakan melalui notaris berizin dan terdaftar pada instansi pertanahan yang berwenang.
Setiap pihak ketiga yang dilibatkan dalam proyek memiliki lingkup kerja yang jelas, ketentuan yang terdokumentasi dan akuntabilitas yang jelas.
Pencatatan dilakukan sesuai standar yang memungkinkan seluruh keputusan dan transaksi pembayaran ditelusuri serta direkonstruksi secara jelas oleh pihak yang tidak hadir pada saat kejadian.