Penyaringan Awal
Mengidentifikasi sensitivitas, kendala dan kesenjangan informasi, serta menyingkirkan lahan yang dibatasi secara hukum, sensitif secara lingkungan, tidak sesuai secara sosial atau tidak layak secara teknis.

Pengembangan yang Bertanggung Jawab
Quantum mengintegrasikan kajian lingkungan dan sosial ke dalam pengembangan proyek sejak tahap paling awal. Temuannya menjadi dasar bagi pemilihan lokasi, desain, perencanaan mitigasi, keputusan investasi dan strategi pelaksanaan, sehingga tercipta landasan yang lebih jelas bagi infrastruktur yang bertanggung jawab dan bankable.
Identifikasi Risiko Sejak Dini
Pertimbangan lingkungan dan sosial masuk ke dalam proses pengembangan Quantum pada saat lokasi, teknologi dan jalur pelaksanaan pertama kali dikaji. Identifikasi sejak dini memungkinkan risiko material, sensitivitas dan pertimbangan pemangku kepentingan membentuk arah proyek sebelum komitmen diambil dan sebelum desain ditetapkan. Sejalan dengan prinsip Quantum untuk menghindari terlebih dahulu, hutan lindung, lahan gambut, sistem mangrove, permukiman dan kondisi tanah yang tidak sesuai disingkirkan pada tahap penyaringan lahan. Dampak yang tidak dapat dihindari selanjutnya ditangani melalui mitigasi, minimalisasi, dan pemulihan.
Keputusan yang Terinformasi
Proses Kajian dan Pengelolaan Risiko
Quantum menerapkan proses yang konsisten dan disesuaikan dengan ukuran, lokasi, dan tingkat paparan proyek. Strukturnya berurutan, tetapi penerapannya bersifat iteratif.
Mengidentifikasi sensitivitas, kendala dan kesenjangan informasi, serta menyingkirkan lahan yang dibatasi secara hukum, sensitif secara lingkungan, tidak sesuai secara sosial atau tidak layak secara teknis.
Menugaskan atau meninjau studi yang sesuai dan masukan pemangku kepentingan menurut skala, lokasi dan risiko proyek.
Memasukkan temuan ke dalam konfigurasi proyek, strategi lahan, langkah mitigasi dan perencanaan implementasi.
Menerapkan proses pengambilan keputusan internal, menetapkan tanggung jawab dan menerjemahkan komitmen menjadi kewajiban kontraktual.
Memantau risiko material dan komitmen sepanjang tahap pengembangan, konstruksi, dan operasional, serta menyesuaikannya apabila kondisi berubah.
Mengintegrasikan data kinerja, pembelajaran dari lapangan, dan perkembangan standar teknis untuk menyempurnakan metodologi proyek, model risiko, dan kinerja aset di masa mendatang.
Memenuhi Persyaratan Kajian
Kajian lingkungan dan sosial ekonomi secara formal merupakan syarat baku perizinan bagi pembangkitan berskala besar di seluruh pasar dan pemerintahan yang bekerja sama dengan Quantum. Di Indonesia, Quantum merencanakan pengembangan proyek dengan mengacu pada instrumen lingkungan dan sosial-ekonomi yang berlaku sejak tahap awal, sehingga hasil penilaian dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan proyek.
Penilaian Dampak Lingkungan dan Rencana Pengelolaan Lingkungan mengidentifikasi potensi dampak, langkah-langkah mitigasi, prosedur pemantauan, protokol pelaporan, serta tanggung jawab pelaksanaan.
Penilaian Dampak Sosial-Ekonomi dan Rencana Pengelolaan Sosial dan Ekonomi mencakup aspek ketenagakerjaan, penciptaan pendapatan, pengembangan masyarakat, serta potensi dampak terhadap masyarakat lokal, masyarakat adat, dan kelompok rentan.